Tugas Pendahuluan 1



KONTROL LAMPU LORONG

1. Prosedur [Kembali]

  1. Buka software proteus lalu rangkai komponen sesuai dengan gambar yang ada di modul
  2. Buka software STM32CubeIDE lalu lakukan konfigurasi pin pada STM untuk menentukan GPIO input dan GPIO output
  3. Masukan Program ke dalam software STM32CubeIDE lalu build untuk mendapatkan file .hex
  4. Masukan file .hex ke dalam file library STM32F103C8 pada proteus
  5. Simulasikan rangkaian

2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]

STM32F103C8


Touch Sensor


PIR Sensor

LED

Buzzer

Resistor





3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]




Sistem kontrol lampu lorong otomatis ini beroperasi dengan mengintegrasikan sensor PIR sebagai deteksi aktivitas manusia dan mikrokontroler STM32 sebagai unit pemroses logika pusat. Dalam lingkungan simulasi Proteus, kondisi operasional sistem dipantau melalui indikator warna pada jalur sinyal, di mana warna merah merepresentasikan logika HIGH (tegangan aktif 5V) dan warna biru merepresentasikan logika LOW (0V atau kondisi ground). Ketika sensor PIR menangkap radiasi inframerah dari gerakan, ia akan mengeluarkan sinyal biner HIGH yang dibaca oleh mikrokontroler untuk mengaktifkan LED dan buzzer, sekaligus memicu mekanisme retriggerable timer. Mekanisme ini dirancang agar setiap kali terdapat deteksi gerakan baru sebelum durasi waktu tunda (delay) berakhir, mikrokontroler akan secara otomatis mereset perhitungan waktu kembali ke titik awal.

Dalam skenario khusus di mana gerakan terjadi secara berulang sementara sensor touch tetap berada pada kondisi LOW (tidak aktif), sistem akan terjebak dalam siklus reset timer yang kontinu. Hal ini menyebabkan variabel waktu tunda di dalam program tidak pernah mencapai nilai batas (threshold) yang ditentukan untuk memberikan perintah pemadaman. Karena sensor touch tidak memberikan interupsi manual untuk mematikan sistem, kendali sepenuhnya didominasi oleh umpan balik dari sensor PIR. Akibatnya, LED sebagai aktuator pencahayaan akan tetap berada pada kondisi menyala konstan selama area lorong terdeteksi masih memiliki aktivitas. Transisi LED dari kondisi aktif ke non-aktif hanya akan terjadi apabila sensor PIR tidak lagi mendeteksi pergerakan sama sekali, sehingga memungkinkan mikrokontroler menyelesaikan perhitungan durasi delay secara utuh tanpa adanya gangguan reset sinyal.




4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]













5. Video Demo [Kembali]


6. Kondisi [Kembali]

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 1 dengan kondisi PIR mendeteksi gerakan berulang sebelum waktu tunda habis dan sensor Touch tidak disentuh, maka LED tetap menyala


7. Video Simulasi [Kembali]





8. Download File [Kembali]



 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Elektro